Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Tidak semua bab dalam hidup ditulis dengan tinta yang indah.
Ada bab-bab yang penuh coretan. Penuh air mata. Penuh jeda panjang yang terasa seperti kehilangan arah. Ada bagian di mana kita membaca ulang diri sendiri, dan tidak mengenali siapa yang sedang kita lihat. Ada masa ketika semuanya runtuh bersamaan—harapan, rencana, bahkan versi diri yang pernah kita banggakan.
Dan pada saat-saat seperti itu, mudah sekali untuk percaya bahwa semuanya telah berakhir.
Bahwa kegagalan itu adalah definisi. Bahwa patah itu adalah identitas. Bahwa kecewa adalah rumah terakhir yang akan kita tinggali selamanya.
Padahal tidak.
Itu hanya satu bab yang kacau. Bukan seluruh kisah hidupmu.
Hidup, sebagaimana sebuah buku, tidak berhenti pada satu halaman. Ia terus bergerak. Terus ditulis. Bahkan ketika kamu berhenti melangkah, waktu tetap berjalan, dan Allah ﷻ tetap bekerja dalam diam.
Ada hal-hal yang tidak kamu mengerti sekarang, bukan karena ia tidak memiliki makna—tetapi karena kamu belum sampai pada bagian yang menjelaskannya.
Seringkali, kita menilai seluruh perjalanan hanya dari satu musim yang buruk. Kita mengira badai adalah akhir, padahal ia hanya peralihan. Kita mengira gelap adalah selamanya, padahal ia hanya jeda sebelum fajar mengambil alih langit.
Allah ﷻ, dalam kasih sayang-Nya, tidak hanya memberi janji—Dia mengulanginya.
Dalam surah Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Insyirah, Allah ﷻ berfirman:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦
“Fa inna ma’al ‘usri yusrā. Inna ma’al ‘usri yusrā.”
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Dia tidak mengatakannya sekali. Dia mengatakannya dua kali.
Seolah Dia tahu bahwa kita akan ragu. Seolah Dia tahu bahwa hati manusia mudah goyah ketika berada di tengah kesulitan. Maka Dia tegaskan kembali, bukan setelah kesulitan—tetapi bersama kesulitan, kemudahan itu sudah ada.
Artinya, bahkan ketika kamu merasa hancur, pada saat yang sama, sesuatu sedang dibangun di dalam dirimu.
Mungkin sekarang kamu merasa tertinggal. Merasa gagal menjadi seseorang yang dulu kamu bayangkan. Mungkin kamu melihat hidup orang lain berjalan lurus, sementara hidupmu terasa seperti labirin tanpa jalan keluar.
Tapi kamu tidak sedang tersesat, melainkan sedang dibentuk.
Ada kekuatan yang hanya lahir dari patah. Ada kedewasaan yang hanya tumbuh dari kehilangan. Ada kedalaman yang hanya dimiliki oleh mereka yang pernah tenggelam, lalu memilih untuk bernapas kembali.
Allah ﷻ tidak pernah menjanjikan bahwa hidup akan selalu mudah. Tetapi Dia menjanjikan bahwa kesulitan tidak akan pernah sendirian, bahwa kemudahan berjalan bersamanya.
Seperti fajar yang selalu setia mengikuti malam. Seperti pelabuhan yang selalu ada bagi kapal yang lelah berlayar. Seperti tenang yang datang setelah jiwa berperang dengan dirinya sendiri.
Jadi jika hari ini kamu sedang berada di bab yang kacau—jangan tutup bukunya.
Jangan simpulkan ceritanya terlalu cepat, karena bisa jadi, kamu hanya berjarak beberapa halaman dari bagian yang akan mengubah segalanya.
Percayalah.
Ini bukan akhir.
Ini hanya bagian di mana Allah ﷻ sedang menulis sesuatu yang lebih indah, lebih kuat, dan lebih utuh—melalui dirimu.